Kamis, 03 Oktober 2019

bedah soal matematika logaritma

BEDAH SOAL UN 2018Mata Pelajaran : Matematika
Program : MIPA
SOAL PILIHAN GANDA

NO. : 1
BUTIR SOAL :Jika x > 0, dan y > 0, maka !"! $%&'()
*"+,- (
.)'/0$%&( ) =....
A. 3 + log xy
B. 3log xy
C. 3log 10xy
D.
*
!
E. 3
INDIKATOR SOAL : Menggunakan aturan angkat, akar dan logaritma, peserta didik dapat menyederhanakan bentuk
pecahan yang memuat logaritma
LINGKUP MATERI : Aljabar
MATERI POKOK : Eksponen dan Logaritma
LEVEL KOGNITIF : L2
KUNCI JAWABAN : C


NO. : 2
BUTIR SOAL : Diketahui f(x) = 3x + 2 dan (g o f)(x) = 6x – 4. Nilai dari g– 1 (–4)= ....
A. 4
B. 2
C. 1
D. – 2
E. – 4
INDIKATOR SOAL : Disajikan f( x) dan (gof)(x) , peserta didik dapat menentukan nilai dari invers fungsi suatu titik dengan
tepat
LINGKUP MATERI : Aljabar
MATERI POKOK : Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers
LEVEL KOGNITIF : L2
KUNCI JAWABAN : B


NO. : 3
BUTIR SOAL : Suatu pabrik kertas dengan bahan dasar kayu (x) memproduksi kertas melalui dua tahap. Tahap
pertama menggunakan mesin I menghasilkan bahan kertas setengah jadi
(m) dengan mengikuti
fungsi m = f(x) = x
2 – 3x – 2. Tahap kedua menggunakan mesin II menghasilkan kertas mengikuti
fungsi g(m) = 4m + 2, dengan
x dan m dalam satuan ton. Jika bahan dasar kayu yang tersedia untuk
produksi sebesar 4 ton, banyak kertas yang dihasilkan adalah ....
A. 5 ton
B. 10 ton
C. 15 ton
D. 20 ton
E. 30 ton
INDIKATOR SOAL : Diberikan permasalahan kontekstual yang berhubungan dengan fungsi komposisi, peserta didik dapat
menentukan penyelesaiannya
LINGKUP MATERI : Aljabar
MATERI POKOK : Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers
LEVEL KOGNITIF : L2
KUNCI JAWABAN : B


NO. : 4
BUTIR SOAL : Diketahui grafik fungsi kuadrat seperti pada gambar.
Koordinat titik potong grafik dengan sumbu X adalah ....
A. (-1, 0) dan (-8, 0)
B. (-1, 0) dan (8, 0)
C. (1, 0) dan (-8, 0)
D. (1, 0) dan (8, 0)
E. (2, 0) dan (5, 0)
8
P(
2
0
, -52
5
)
INDIKATOR SOAL : Diberikan grafik fungsi kuadrat yang diketahui titik puncaknya dan titik potong dengan sumbu y,
peserta didik dapat menentukan koordinat titik potong grafik dengan sumbu x
LINGKUP MATERI : Aljabar
MATERI POKOK : Grafik Fungsi Kuadrat
LEVEL KOGNITIF : L2
KUNCI JAWABAN : D


NO. : 5
BUTIR SOAL : Batasan nilai m dari persamaan kuadrat x2 + (2m – 1)x + m2 – 3m + 5 = 0 agar mempunyai akar
akar real adalah ....
A. 

perkembangan paham-paham besar di dunia

blogspot.edu.com
Welcome to my blog

MAKALAH SEJARAH
HUBUNGAN PERKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BESAR DENGAN GERAKAN NASIONALISME DI ASIA AFRIKA

                  

KELAS                    :  XI IPS 2
DISUSUN OLEH   :  
1.    M. Misbahul munir
2.    Naufal F.
3.    Niken Dwi J.
4.    Nur Halimmah
5.    Nur laeli F.
6.    Nur sholihatur R.
7.      Nur Yuliana

SMA NEGERI 1 LASEM
TAHUN PELAJARAN 2017/2018


BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Paham-paham besar merupakan sebuah ideologi yang mempunyai pengaruh dan dampak yang sangat kuat kepada masyarakat termasuk para penganutnya.Paham-paham dalam hal inilah tidak dipandang secara abstrak tetapi harus mampu terukur terhadap kiprah eksistensinya, sehingga tidak heran apabila Soekarno pernah mengatakan tentang perseteruan ideologi besar dunia. Beliau mengutif mengemukakan: “Bertrand Russel pernah menulis, bahwa di dalam sejarah manusia adalah dua dokumen historis yang sampai sekarang menguasai alam-hati dan alam-fikirannya bagian-bagian besar dari umat manusia, dan yang bersaingan hebat satu sama lain. Dan dokumen historis itu ialah ‘declaration of independence’ Amerika tulisan Thomas Jafferson, dan ‘Manifes Komunis’ tulisan Karl Marx.” (Dibawah Bendera Revolusi. 1965. Hal: 329).
2. Rumusan Masalah
1)      Bagaimana latar belakang lahirnya dan perkembangan paham - paham besar di Eropa ?
2)      Bagaimana latar belakang paham-paham besar di Eropa masuk ke Indonesia ?

3.  Tujuan Penulisan
1)      Untuk mengetahui bagaimana latar belakang lahir dan perkembangan paham - paham besar di Eropa.
2)      Untuk mengetahui bagaimana latar belakang paham-paham besar di Eropa masuk ke Indonesia.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 MUNCULNYA PAHAM-PAHAM BESAR
Munculnya kesadaran kebangsaan di kawasan Asia dan Afrika pada masa lalu tidak terlepas dari pengaruh paham baru yang lahir, yakni liberalisme, sosialisme, demokrasi, nasionalisme, dan pan-Islamisme. Faham-faham tersebut mendorong rakyat Asia-Afrika untuk membangun diri dalam kesadaran berbangsa dan bernegara dengan mengutamakan kebebasan dan kemerdekaan.

Nasionalisme adalah suatu paham rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air yang ditimbulkan oleh persamaan tradisi yang berkaitan dengan sejarah, agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal dan keinginan untuk mempertahankan dan mengembangkan tradisinya sebagai milik bersama dari anggota bangsa itu sebagai kesatuan bangsa.
Tokoh nasionalisme atau pencetusnya adalah Joseph Ernest Renan, Otto Bouer, Hans Kohn, dan Louis Sneyder. Hans Kohn berpendapat nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi individu yang diserahkan kepada bangsa dan negaranya. Munculnya nasionalisme dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
a. Magna Charta (1215) di Inggris yang kemudian menjadi akar demokrasi.
b. Adanya Piagam Bill of Right (1689) di Inggris.
c. Revolusi Prancis yang menumbuhkan demokrasi dan nasionalisme yang    tercermin dalam semboyan revolusi liberte, egalite, fraternite yang berkembang ke seluruh Eropa.
d. Pengaruh pemikiran dari Renaissance.
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos, artinya rakyat, dan kratos, artinya pemerintahan. Jadi, demokrasi dalam arti sempit adalah pemerintahan di tangan rakyat. Dalam arti luas, demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota masyarakat untuk ikut memengaruhi keputusan politik baik langsung atau tidak langsung. 
Kondisi yang memengaruhi terciptanya demokrasi adalah adanya kesepakatan bersama dalam masalah yang fundamental dan upaya yang memungkinkan kebebasan politik tumbuh di tengah negara. Demokrasi mula-mula diterapkan di Yunani Kuno, yakni demokrasi langsung, kemudian berkembang ke negara Eropa lainnya, dan akhirnya ke Indonesia.
Seorang cendekiawan dari Inggris yang memperjuangkan demokrasi adalah John Locke (1632 – 1704), dalam bukunya berjudul Two Treaties on Government. John Locke membenarkan perjuangan rakyat Inggris menentang kekuasaan mutlak raja. Menurut John Locke, pemerintah hanyalah alat yang dibentuk untuk menjamin kepentingan rakyat terhadap hak-hak politis, mencakup hak individu, hak politik, hak atas kebebasan, dan hak milik.
Demokrasi merupakan hal yang dinamis dan maju, sebab selain mengurus kepentingan bersama negara juga bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya. Demokrasi menuntut adanya UUD, pemilu, kemerdekaan pers, kemerdekaan berbicara, berkumpul dan mengemukakan pendapat, serta kemerdekaan beragama.

Sosialisme adalah paham yang menghendaki suatu masyarakat yang disusun secara kolektif agar menjadi suatu masyarakat yang sejahtera/bahagia. Kata sosialisme berasal dari bahasa Latin, socius, artinya kawan. Tujuan sosialisme adalah mewujudkan masyarakat sosialis dengan jalan mengendalikan secara kolektif sarana produksi dan memperluas tanggung jawab negara bagi kesejahteraan rakyat. Tokoh pemikir sosialisme adalah Robert Owen, seorang pengusaha Inggris yang menulis buku A New of Society an Essay on the Formation of Human Character. Ia adalah orang yang pertama menggunakan istilah sosialisme.
Tokoh lainnya adalah Saint Simon, Piere Proudon, Charles Fourier, Karl Marx. Seorang yang dikenal sebagai Bapak Sosialisme adalah Karl Marx dalam tulisannya Das Kapital yang mengatakan bahwa sejarah masyarakat merupakan perjuangan-perjuangan kelas, semboyan mereka "bersatulah kaum proletar sedunia." Titik berat dari paham ini adalah pada masyarakat bukan individu, dan dalam hal ini sosialisme merupakan lawan dari liberalisme.
Ada empat kesepakatan hasil perjuangan kaum sosialis, yakni Chatolic Emancipation Bill (1892), Reform Bill (1832), Factory Act (1833), dan Poor Law (1834). Teori Karl Marx dalam buku Historis Materialisme mengatakan bahwa jalan sejarah ditentukan oleh material secara dialektis (these – antithese – synthese) menuju suatu masyarakat yang sosialis. Untuk mewujudkan masyarakat yang sosialis Karl Marx menciptakan teori-teori sosialisme sebagai berikut:
a. Kelebihan harga (mehrwert)
Upah yang diterima oleh kaum buruh tidak sebanding dengan tenaga yang disumbangkannya. Itulah sebabnya, kaum buruh semakin lama semakin miskin dan kaum majikan semakin kaya.
b. Pemusatan (konzentration)
Perusahaan kecil akan mati karena kalah bersaing dengan perusahaan besar, hingga akhirnya tinggal beberapa perusahaan yang besar.
c. Penimbunan (akkumulation)
Semakin lama jumlah kapital semakin menumpuk dan digunakan untuk membeli mesin yang mempunyai kapasitas sama dengan tenaga manusia. Oleh karena itu, banyak kaum buruh yang di-PHK sehingga menambah jumlah proletar.

d. Kesengsaraan (verelendung)
Jumlah kaum proletar yang tidak mempunyai pekerjaan semakin bertambah sehingga kemiskinan pun bertambah. Hal ini terjadi karena penggunaan tenaga mesin semakin banyak sehingga menyebabkan kesengsaraan kaum proletar.
e. Krisis
Sebagian besar rakyat merupakan proletar yang miskin dengan daya beli yang sangat rendah, sehingga barang-barang pabrik tidak habis terjual. Akibatnya, timbul over produksi dan krisis pun terjadi.
f. Keruntuhan (zusammenbruch)
Terjadinya krisis menyebabkan runtuhnya susunan kapitalis sehingga kaum protelar kembali memegang kekuasaan dengan semboyan "bersatulah proletar sedunia."

Pan-Islamisme adalah paham yang bertujuan untuk menyatukan umat Islam sedunia. Paham ini berasal dari gagasan Jamaluddin al Afgani (1839 – 1897). Ide tersebut sebenarnya secara samar-samar pernah dicanangkan oleh At Tahtawi (1801 – 1873), seorang tokoh pembaharu Islam Mesir. Ia sudah menyebutkan dua ide yaitu Islam dan patriotisme. Ia menegaskan bahwa antara ide Islam dan patriotisme tidak bertentangan. Dua ide tersebut kemudian menjelma menjadi dua bentuk persaudaraan, yaitu persaudaraan (ukhuwah) Islamiah dan persaudaraan (ukhuwah) wathaniah.
Paham tentang perlunya penyatuan dunia Islam yang menjadi inti dari Pan-Islamisme menjadi lebih tegas pada pemikiran Jamaluddin al Afgani. Ide Pan-Islamisme erat kaitannya dengan kondisi abad ke-19. Pada abad ini terjadi kemunduran di negara Islam. Sebaliknya, di negara Barat terjadi kemajuan yang disertai pengembangan kekuasaan (penjajahan). 
Jamaluddin melihat penjajahan terhadap negara Islam ini harus dilawan apabila mereka bersatu, contoh campur tangan Inggris di Afganistan, di Mesir, di Irak, dan di Iran. Hal ini menambah keyakinan bahwa Islam harus bersatu. Upaya penyatuan dunia Islam ini disebut Pan-Islamisme.Pan-Islamisme sebagai ide telah memperoleh dukungan hampir dari semua pemimpin Islam, tokoh intelektual. Pan-Islamisme memberi inspirasi bagi negeri Islam untuk mengadakan gerakan nasional dalam melawan penjajahan.

Liberalisme merupakan paham yang mengutamakan kebebasan dan kemerdekaan individu. Istilah liberalisme berasal dari bahasa Latin, libertas, yang artinya kebebasan, sedangkan dalam bahasa Inggris, liberty, artinya kebebasan. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan individu untuk memiliki tempat tinggal, mengeluarkan pendapat, dan berkumpul.
Di Eropa, liberalisme didukung oleh kaum borjuis dan terpelajar di kota. Bagian terpenting dalam liberalisme adalah individu. Masyarakat harus mementingkan individu, karena masyarakat itu terdiri atas individu-individu dan karena itu masyarakat adalah akibat dari adanya individu. Kemerdekaan individu harus dijamin. Pada hakikatnya, paham liberalisme ini timbul karena reaksi terhadap penindasan yang dilakukan oleh kaum bangsawan dan kaum agama di zaman absolute monarchie. Orang ingin melepaskan dirinya dari kekangan manusia, ini dikemukakan oleh Rousseau dalam bukunya Du Contrat Sosial.
Terhadap kaum bangsawan, liberalisme menuntut kemerdekaan ekonomi, sedangkan terhadap kaum agama liberalisme menuntut kemerdekaan beragama. Dalam lapangan politik, liberalisme menuntut adanya demokrasi (menuntut adanya UUD, pemilu, kemerdekaan pers, berbicara mengemukakan pendapat, dan beragama). Selain demokrasi, liberalisme dalam politik mengutamakan kemerdekaan (nasionalisme) negara atas individu, karena setiap negara harus merdeka, tidak boleh ditindas oleh negara lain. Negara berhak menentukan nasibnya sendiri.

2.2  Latar Belakang Paham - Paham Besar di Eropa Masuk ke Indonesia
1.      Peranan Pendidikan
Perkembangan pendidikan di Indonesia terjadi sejak adanya Politik Etis, yang timbul akibat sehubungan dengan adanya tragedi kemiskinan rakyat Indonesia pada abad ke-19 yang kemudian memunculkan kritikan tajam yang diancarkan oleh orang-orang Belanda yang berbudi tinggi. Mereka meminta pemerintah kolonial Belanda untuk melakukan progam Politik Etis. Hal ini perlu dilaksanan di tanah jajahan dalam rangka membalas budi kebaikan rakyatnya. Caranya dengan membantu meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan rakyat jajahan. Progam peningkatan kesejahteraan dan balas budi tersebut disebut Trias Politika yang meliputi bidang irigas, emigrasi dan edukasi.
Di bidang edukasi atau pendidikan diberikan untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Pendirian-pendirian sekolah dilaksanakan masih dengan setengah hati oleh pemerintah Belanda, yang hanya bertujuan untuk kepentingan Belanda dan kelancaran pernjajahan di Indonesia saja. Semua kegiatan di bidang pendidikan di awasi dan di kontrol oleh pemerintah Belanda     
2.      Peranan Pers Indonesia
Pada abad ke-19, pers masuk ke wilayah Indonesia dan sangat besar pengaruhnya. Wujud perkembangan pers itu dalam bentuk surat kabar ataupun majalah. Munculnya surat kabar dimodali oleh orang-orang Cina menggunakan bahasa Melayu. Surat kabar juga memuat isu-isu politik yang sedang berkembang, sehingga secara tidak langsung telah banyak memberikan pendidikan politik pada masyarakat Indonesia. Surat kabar berbahasa Melayu berkembang sejak awal abad ke-20.
BAB III
PENUTUP

3.1 kesimpulan
Munculnya kesadaran kebangsaan di kawasan Asia dan Afrika pada masa lalu tidak terlepas dari pengaruh paham baru yang lahir, yakni liberalisme, sosialisme, demokrasi, nasionalisme, dan pan-Islamisme. Faham-faham tersebut mendorong rakyat Asia-Afrika untuk membangun diri dalam kesadaran berbangsa dan bernegara dengan mengutamakan kebebasan dan kemerdekaan
3.2 saran
Dilihat dari penjelasan tentang paham-paham besar , ternyata lahir dan berkembang paham-paham besartersebut sangat berpengaruh terhadap dunia. Dan semoga kita mampu mejaga semua yang telah diperjuangkan oleh para pejuang terdahulu











DAFTAR PUSTAKA
Daeng Materu, Mohammad Sidky. 1985. Sejarah Pergerakan Nasional Bangsa Indonesia. Jakarta : PT. Gungung Agung
Suhartono. 1994, Sejarah Pergerakan Nasional, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suparno, Dwi. 1988, Paham-paham Besar Sejarah tentang Feodalisme, Liberalisme, Kapitalisme, dan Imperialisme, Jember: Universitas Jember